Saturday, 24 December 2011

KHAS watmu Insan Yg BerGeLar ADAM..♥♥♥♥♥

Assalamu ' alaikum warahmatullahi wabarakatuh....!


^^ WAHAI ADAM SADARLAH .... ! ^^

>> Surat Terbuka Dari Hawa <<


Adam....!
Maafkanlah aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu.


Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heranlah jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu, senantiasa mau terlepas dari landasan.


Adam....!
Maha Suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih banyak jumlahnya dari kaumu di akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusan-Nya.


Jika bilangan kaummu melebihi kaumku niscaya merahlah dunia karena darah manusia, kacau balaulah suasana, antara sesama Adam bermusuhan merebutkan Hawa.


Bukti cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil hingga pada zaman cucu cicitnya. Jika jumlah Hawa lebih sedikit maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.


Adam....!
Bukan karena banyaknya istrimu yang membimbangkan aku, bukan karena sedikitnya jumlahmu yang merisaukan aku. Tapi.... aku risau, gundah gulana menyaksikan tingkahmu.


Aku sejak dulu sudah tahu bahwa aku mesti tunduk ketika menjadi istrimu. Namun.... terasa berat pula untukku menyatakan isi hati yang sebenarnya.


Adam....!
Aku tahu bahwa dalam Al-Qur'an ada ayat yang menyatakan kaum lelaki lebih kuat dari pada kaum wanita. 


Kau diberi amanah untuk mendidikku, kau diberi tanggung jawab untuk menjagaku, memperhatikan dan mengawasiku agar senantiasa di dalam ridha Tuhanku dan Tuhanmu.


Tapi Adam, kenyataan yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah banyak mendurhakaimu. Banyak yang telah menyimpang dari jalan yang di tetapkan.


Pada prinsipnya Allah menghendaki aku tinggal di rumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di pabrik-pabrik dan di keramaian kota bukanlah tempatku.


Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh tubuhku (aurat) mesti di tutup dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tapi.... realitanya kini, Hawa telah lebih dari seharusnya.


Adam....!
Mengapa kau biarkan aku begini ? Aku jadi Ibu, aku jadi Guru, itu sudah tentu katamu. Aku Ibu dan Guru bagi anak-anakmu. 


Tapi sekarang di waktu yang sama, aku tampil memimpin perusahaan, memimpin rakyat, mengurus negara, aku ke hutan memikul parang dan cangkul. Sementara kau duduk saja.


Ada di antaramu yang menganggur tiada kerja. Kau perhatikan saja aku panjat tangga pada dinas pemadam kebakaran, kainku tinggi menyingsing paha mengamankan negara.


Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu ? 
Apakah sudah hilang kasih suci terhadapku ?


Adam....!
Marahkah kau jika ku katakan andainya Hawa melenceng, maka Adam yang bertanggung jawab ! Kenapa ?
Mengapa Adam ?


Ya ! Banyak orang berkata jika si anak jahat Ibu-Bapaknya tak bisa mendidik, jika murid bodoh guru yang tidak ahli mengajar !


Adam....!
Kau selalu berkata, Hawa memang ngeyel, tak mau mendengar kata, tak mudah menerima nasehat, kepala batu, menurutku yang lemah ini :


Adam....!
Seharusnya kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti dididkan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa'salam terhadap istri-istrinya ?


Adakah Adam melayani Hawa sama sebagaimana Nabi Muhammad terhadap mereka ? Adakah akhlak Adam-Adam bisa di jadikan contoh bagi kaum Hawa ?


Adam....!
Kau sebenarnya imam dan aku makmummu, aku adalah pengikut-pengikut karena kau adalah ketua. Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku.


Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akal sembilan, nafsumu satu. Aku.... akalku satu nafsuku seribu !


Dari itu Adam....
Pimpinlah tanganku, karena aku sering lupa dan lalai, sering aku tergelincir di ombang-ambing oleh hawa nafsu.


Bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah, perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku.


Tiupkanlah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.


Adam....!
Andainya aku masih lalai karena tingkahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah :


Dunia ini akan hancur bila kaum Hawa yang menjadi pemimpin. Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang engkau Agungkan itu....


Copy frOm Frenz FB.. (^_^).. perkOngsian ILMU ..

No comments:

Post a Comment